Rabu, 09 Januari 2013

Deni Si Anak Desa


Deni  adalah anak keempat dari pasangan Ibu Muntamah dan Bpk Huda.Ketiga kakak Deni yaitu Khoiri, Irwan, dan Dimas. Keluarga ini tinggal disebuah desa di daerah jawa timur. Mereka hidup dengan tenang dan bahagia. Bapak dan Ibu Huda walau hanya seorang buruh namun telah berhasil menyekolahkan anaknya meskipun hanya sampai SMA. Pak Huda juga selain menyekolahkan anaknya di pendidikan  formal, beliau juga menyuruh anaknya untuk belajar ilmu agama di mushola yang ada di desa tersebut. Namun belum sempat beliau hasil menyekolahkan anaknya, beliau sudah keburu di panggil Sang Khalik.
                Ayah Deni meninggal ketika Deni baru berumur 3 tahun. Kini tugas mencari nafkah menjadi tanggung jawab penuh Ibu Muntamah. Namun ternyata anaknya yang kedua mengerti akan beban yang harus ditanggung ibunya, sehingga ia pun ikut membantu ibunya dalam mencari nafkah. Sementara anak pertama tidak bisa membantu karena ia telah berkeluarga dan ikut mertuanya, namun terkadang ia pulang dan memberi uang ke ibunya dan uang jajan untuk adiknya yang paling kecil.
                Deni belajar ngaji di sebuah mushola yang pernah menjadi tempat kakaknya ngaji dahulu yaitu Mushola An – Nur. Di mushola tersebut, Deni diajar berbagai ilmu agama, seperti Fiqih, Aqidah Akhlak, Tajwid dan banyak lagi. Ternyata dalam diri Deni terdapat jiwa seni, sehingga ia di percaya oleh ustad disitu untuk menjadi personel group hadrah yang ada di mushola tersebut. Begitu Deni gabung dalam hadroh tersebut, hadroh tersebut menjadi banyak job. Deni termasuk anak yang cukup rajin,cerdas dan patuh sehingga ia menjadi murid kesayangan salah satu ustad yang mengajar di mushola tersebut.
                Namun kini Deni telah berubah. Hal ini disebabkan ia bergaul santri baru yang bernama Haki yang sangat nakal dan kasar perangainya. Memang semenjak kedatangan santri baru itu, banyak anak – anak termasuk Deni jadi nakal dan pindah ngaji ke mushola yang gak ada pengajarnya agar bisa segera main bila telah selesai sholat Maghrib. Hal ini tentu saja menyebabkan 2 kerugian yaitu mushola An – Nur menjadi sepi dan program mengajar menjadi kacau serta image masyarakat terhadap mushola An – Nur jadi berubah jelek. Deni sekarang menjadi anak yang arogan, gampang marah dan sulit untuk diatur. Hal ini membuat ibunya menjadi sedih dan kepikiran terus setiap bekerja. Apakah deni akan terus begitu?adakah orang yang mau untuk membuat deni kembali lagi menjadi seperti dulu?
                Ternyata, ada ustad yang merasa kehilangan akan berubahnya sifat deni. Ustad tersebut bernama Rohmat.ustd. rohmat pun kini berusaha dengan keras agar deni bisa kembali seperti dulu. Ia mencoba menyelidiki kegiatan deni selama 1 hari dan mencatatnya. Setelah beberapa hari ustd. Rohmat tersebut melakukan penyelidikan, akhirnya ustd. Rohmat tahu bahwa deni bukan berubah tetapi hanya terpengaruh oleh anak – anak yang nakal. Kemudian ustd. Rohmat menyusun sebuah cara untuk membuat deni kembali seperti dulu. Berhasilkah? Berhasil atau tidaknya, sesungguhnya tergantung dari bantuan semua santri. Karena rencana ustd. Rohmat tidak bisa dilakukan sendiri oleh ustd. Rohmat. Alhamdulillah, usaha Ustd. Rohmat berhasil. Deni kini sudah mulai kembali seperti dulu dan semoga itu bisa terus berlangsung selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar