Deni
adalah anak keempat dari pasangan Ibu Muntamah dan Bpk Huda.Ketiga kakak
Deni yaitu Khoiri, Irwan, dan Dimas. Keluarga ini tinggal disebuah desa di
daerah jawa timur. Mereka hidup dengan tenang dan bahagia. Bapak dan Ibu Huda
walau hanya seorang buruh namun telah berhasil menyekolahkan anaknya meskipun
hanya sampai SMA. Pak Huda juga selain menyekolahkan anaknya di pendidikan formal, beliau juga menyuruh anaknya untuk
belajar ilmu agama di mushola yang ada di desa tersebut. Namun belum sempat
beliau hasil menyekolahkan anaknya, beliau sudah keburu di panggil Sang Khalik.
Ayah
Deni meninggal ketika Deni baru berumur 3 tahun. Kini tugas mencari nafkah
menjadi tanggung jawab penuh Ibu Muntamah. Namun ternyata anaknya yang kedua
mengerti akan beban yang harus ditanggung ibunya, sehingga ia pun ikut membantu
ibunya dalam mencari nafkah. Sementara anak pertama tidak bisa membantu karena
ia telah berkeluarga dan ikut mertuanya, namun terkadang ia pulang dan memberi
uang ke ibunya dan uang jajan untuk adiknya yang paling kecil.
Deni
belajar ngaji di sebuah mushola yang pernah menjadi tempat kakaknya ngaji
dahulu yaitu Mushola An – Nur. Di mushola tersebut, Deni diajar berbagai ilmu
agama, seperti Fiqih, Aqidah Akhlak, Tajwid dan banyak lagi. Ternyata dalam
diri Deni terdapat jiwa seni, sehingga ia di percaya oleh ustad disitu untuk
menjadi personel group hadrah yang ada di mushola tersebut. Begitu Deni gabung
dalam hadroh tersebut, hadroh tersebut menjadi banyak job. Deni termasuk anak
yang cukup rajin,cerdas dan patuh sehingga ia menjadi murid kesayangan salah
satu ustad yang mengajar di mushola tersebut.
Namun
kini Deni telah berubah. Hal ini disebabkan ia bergaul santri baru yang bernama
Haki yang sangat nakal dan kasar perangainya. Memang semenjak kedatangan santri
baru itu, banyak anak – anak termasuk Deni jadi nakal dan pindah ngaji ke
mushola yang gak ada pengajarnya agar bisa segera main bila telah selesai
sholat Maghrib. Hal ini tentu saja menyebabkan 2 kerugian yaitu mushola An –
Nur menjadi sepi dan program mengajar menjadi kacau serta image masyarakat
terhadap mushola An – Nur jadi berubah jelek. Deni sekarang menjadi anak yang
arogan, gampang marah dan sulit untuk diatur. Hal ini membuat ibunya menjadi
sedih dan kepikiran terus setiap bekerja. Apakah deni akan terus begitu?adakah
orang yang mau untuk membuat deni kembali lagi menjadi seperti dulu?
Ternyata,
ada ustad yang merasa kehilangan akan berubahnya sifat deni. Ustad tersebut
bernama Rohmat.ustd. rohmat pun kini berusaha dengan keras agar deni bisa
kembali seperti dulu. Ia mencoba menyelidiki kegiatan deni selama 1 hari dan
mencatatnya. Setelah beberapa hari ustd. Rohmat tersebut melakukan
penyelidikan, akhirnya ustd. Rohmat tahu bahwa deni bukan berubah tetapi hanya
terpengaruh oleh anak – anak yang nakal. Kemudian ustd. Rohmat menyusun sebuah
cara untuk membuat deni kembali seperti dulu. Berhasilkah? Berhasil atau
tidaknya, sesungguhnya tergantung dari bantuan semua santri. Karena rencana
ustd. Rohmat tidak bisa dilakukan sendiri oleh ustd. Rohmat. Alhamdulillah,
usaha Ustd. Rohmat berhasil. Deni kini sudah mulai kembali seperti dulu dan
semoga itu bisa terus berlangsung selamanya.